Vertical Caving Di Gua Buniayu Sukabumi

 
This post will be a little formal and informative. I think I need to share a great place for people to go to. Enjoy!

Nama Gua Buniayu berasal dari kata Buni (tersembunyi) dan Ayu (Cantik). Jadi, Buniayu bisa diartikan sebagai "kecantikan yang tersembunyi". Namun jangan heran apabila masyarakat setempat tidak mengenal Gua Buniayu, karena mereka lebih akrab dengan nama Gua Siluman. Dinamakan demikian karena kepercayaan turun temurun masyarakat sekitar bahwa gua ini merupakan tempat tinggal para siluman.

Kawasan wisata Gua Buniayu ini terdiri dari dua buah gua yang bisa dikunjungi. Gua pertama merupakan gua wisata horizontal yang bisa dikunjungi oleh siapa saja tanpa batasan umur dan persiapan khusus. Di gua ini, pemandu akan menjelaskan banyak hal mengenai pembentukan gua, binatang yang hidup di dalamnya, dan pembagian zona (Zona Terang, Zona Senja, dan Zona Gelap Abadi) selayaknya yang bisa kita temukan di wisata gua lainnya. Disini terdapat celah-celah gua yang sempit sehingga kita harus merangkak melewatinya. Tidak Jarang kita akan bertabrakan dengan kelelawar yang terbang di sekitar gua. Saat berada di zona Gelap Abadi pemandu akan mematikan semua sumber cahaya agar kita bisa merasakan berada di ruangan kedap cahaya.

Gua kedua merupakan Gua Vertikal. Nah, disini, Anda dituntut untuk memiliki persiapan fisik dan mental yang lebih. Sebelum menikmati wisata ini, anda diminta untuk melakukan simulasi menggunakan peralatan caving. Simulasi ini terdiri dari penggunaan tali temali dan pengait yang digunakan untuk naik dan turun dalam gua vertikal.

Penelusuran gua vertikal dimulai dengan menuruni mulut gua yang tingginya sekitar 18-20 meter menggunakan tali. Setelah berada di dasar gua, perjalanan pun di lanjutkan. Sama seperti di gua wisata, gua vertikal ini juga memiliki tiga zona. Zona Gelap Abadi bisa kita kenali dengan perbedaan suhu yang membuat tubuh kita seakan berasap dikarenakan suhu panas alami tubuh manusia. Durasi penelusuran sangat beragam, bergantung kepada jumlah peserta, kecekatan, dan juga kondisi dalam gua.

Dikarenakan kondisi gua vertikal yang masih alami, medan tempuh di dalam gua tidaklah semudah gua wisata. Permukaannya curam dan licin, terdapat lubang dalam yang harus dihindari, dan tidak jarang juga kita harus melewati aliran air dan lumpur. Lumpur ini bisa setinggi paha laki-laki dewasa. Bisa Anda bayangkan apabila salah melangkah dan masuk kedalamnya, akan membutuhkan waktu dan tenaga yang luar biasa untuk keluar.

Seorang pemandu bercerita bahwa sebagian penjelajah mengumpamakan perjalanan masuk kedalam gua vertikal sebagai perjalanan masuk ke rahim bumi. Dimana ketika kita berhasil menemukan jalan keluar, kita akan merasa seperti terlahir kembali. Benar saja, setelah lebih dari dua jam penelurusan, akhirnya kami melihat cahaya matahari dari atas yang membuat kami mengucap syukur kepada sang Maha Pencipta. Sungguh pengalaman yang tidak terlupakan.



Cara menuju kawasan wisata

Apabila anda tertarik mengunjungi kawasan wisata gua Buniayu, pastikan anda sudah menghubungi penyedia jasa wisata. Setelah itu, untuk anda yang berangkat dari Jakarta bisa mencapai kawasan buniayu dengan cara antara lain:

Gunakan Bis jurusan Jakarta – Sukabumi (Rp. 25.000 – 35.000,-), dan kemudian turun di pintu Hek (dekat Toserba Selamat). Lanjutkan perjalanan dengan menggunakan angkot berwarna hitam yang menuju ke arah terminal Jubleg (Rp. 3.000,-). Dari terminal Jubleg, anda bisa meneruskan perjalanan naik angkot berwarna abu-abu menuju arah Sagaranten. Turun di gerbang kawasan wisata gua Buniayu (Rp. 10.000,-). 

Apabila tidak menemukan bis jurusan Jakarta – Sukabumi, anda juga bisa menggunakan bis jurusan Jakarta – Ciawi (Rp. 10.000). Kemudian dari Ciawi, anda bisa meneruskan perjalanan dengan menggunakan mobil elf ke Sukabumi (Rp. 20.000). Di Sukabumi, Anda bisa turun di daerah alun-alun. Kemudian naik angkot warna hitam menuju arah terminal Jubleg (Rp. 3.000,-). Dari terminal Jubleg, naik angkot berwarna abu-abu menuju arah Sagaranten (Rp. 10.000,-). Turun di gerbang kawasan wisata gua Buniayu.

Anda juga bisa menggunakan kereta listrik (KRL) Jakarta – Bogor (Rp. 3.000 + jaminan kartu Rp. 5000,-) . Dari bogor, Anda bisa melanjutkan perjalanan dengan kereta jurusan Bogor – Sukabumi (Rp. 20.000,-). Dari stasiun Sukabumi, naik angkot warna hitam menuju arah terminal Jubleg (Rp. 3.000,-). Dari terminal Jubleg, naik angkot berwarna abu-abu menuju arah Sagaranten (Rp. 10.000,-). Turun di gerbang kawasan wisata gua Buniayu.

Harga paket wisata sendiri beragam, tergantung provider wisata dan paket yang anda inginkan.

Semoga informasinya bermanfaat.

Comments

  1. kalau mau pulang dari goa Buniayu,, bisa dengan naik angkot yang sama kah? angkot abu2 ke Jubleg, terus lanjut angkot hitam ke Stasiun Sukabumi.

    ReplyDelete
  2. Halo apakah ada no contact penyedia jasanya? Tx u

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts